BAB
1
WHAT
DOES IT MEAN TO BE A LEADER
Leadership
Hubungan
pengaruh antar pemimpin dan pengikut yang mengingikan suatu perubahan dan hasil
yang mencerminkan tujuam mereka. Proses leadership dapat terlihat dalam pola
sederhana ini:
-
Influence : Mempengaruhi yang lain untuk membuat
perubahan.
-
Intention : Leader dan follower terlibat dalam membuat
perubahan.
-
Followers : Mereka yang
mengikutin sang pemimpin.
-
Personal responsibility and integrity
: Masing-masing memiliki tanggung jawab dan memiliki integritas yang tinggi
untuk mencapai harapan masa depan
-
Shared Purpose : Ada tujuan
bersama yang ingin diraih oleh follower dan leader.
-
Change : Leadership menginginkan suatu perubahan
bukan keadaan tetap.
Realita baru
bagi pemimpin
Paradigma : Pola
pikir bersama yang mewakili cara mendasar dalam berpikir,mengamati dan memahami
dunia. Perubahan kemajuan dunia mengubah paradigma kepemimpinan.
Perbedaan
paradigm lama dengan paradigm baru
|
PARADIGMA LAMA
|
PARADIGMA BARU
|
|
Stabilizer : Keadaan stabil
|
Change Manager : Menerima
perubahan dan beradaptasi
|
|
Controller : Pemimpin mempunyai
posisi kuat dan control yang ketat
|
Fasilisator : Leader membantu
follower untuk melakukan dan menjadi yang terbaik dengan menghilangkan
rintangan,memfasilitasi kebutuhan dan memberi dukungan
|
|
Competitor : Bersaing menjadi
yang terbaik
|
Collaborator : Kerjasama
tim,kompromi, dan kooperatif
|
|
Diversity Avoid : Tim homogen
|
Diversity Promoter : Tim
heterrogen
|
|
Hero : Leader memuji kemampuan
dan kesuksesanya sendiri
|
Humble : Leader mendukung dan
mengembangkan yang lainnya
|
Proses sukses
leader jelas harus sejalan dengan manajemen yang berjalan dalam satu organisasi
atau dalam satu perusahaan dan tidak menutup kemungkinan akan ada perbedaan
dalam tujuan manajemen dengan proses leadership. Berikut akan diperjelas
perbedaan manajemen dengan leadership:
Leadership :
Hubungan pengaruh antara leader dan followers yang menghendaki perubahan dan
yang mencerminkan tujuan mereka.
Manajemen :
Pencapai tujuan organisasi cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan,
pengorganisasian,susunan pegawai,pengarahan dan mengontrol sumber daya
organisasi.
Membandingkan
manajemen dan kepemimpinan
|
MANAJEMEN
|
KEPEMIMPINAN
|
|
Direction : - Perencanaan dan
penganggaran
- Menimalisir resiko
- Fokus pada bottom line
|
-Membuat visi dan strategi
-Memaksimalkan kesempatan
-Fokus pada cakrawala
|
|
Alignment
(posisi):-Pengorganisasian dan susunan staf.
-memberi
saran dan mengkontrol
-Membuat
struktur dan memberikan perintah
|
-Membuat budaya dan nilai
bersama
-Menyediakan kesempatan
belajar
-Mendorong jaringan dan
fleksibilitas
|
|
Relationships
(hubungan):-Investasi dalam barang
-Menggunakan kekuatan posisi
-Fokus pada tujuan spesifik
|
-Investasi pada manusia
-Menggunakan pengaruh
personal
-Menginspirasi dengan tujuan
dan kepercayaan
|
|
Personal Qualities : -Jarak
emosional
-Pemikiran ahli
-Berbicara
-Konfirmasi
-Melihat
kedalam organisasi
|
-Koneksi emosional
-Berpikiran terbuka
-Mendengarkan
-Keberanian
-Meliaht kedalam diri
|
|
Outcomer(hasil) :
Mempertahankan stabilits
|
Membuat perubahan
|
BAB
2
Teori Kepemimpinan
1.
Great Man Theories
Asumsi yang beranggapan bahwa kepemimpinan adalah bakat ilmiah dan
tidak bisa dipelajari.
2.
Trait Theories
Kepemimpinan itu adalah sebuah sifat yang bisa membuat seseorang
menjadi pemimpin meskipun bukan anak pemimpin
3.
Behaviour Theories
Kepemimpinan tidak terbatas dengan bakat ilmiah sehingga seseorang
dapat menjadi pemimpin denga mempelajari sifat pemimpin
4.
Contigency Theories
Tidak ada gaya kemimpinan yang akan cocok disemua situasi dan
pemimpin bertindak berdasarkan situasi yang dihadapin
5.
Influence Theories
Asumsi yang berdasarkan pada kemampuan pemimpin mempengaruhi
pengikut dengan memberikan inspirasi tentang visi masa depan
6.
Relation Theories
Kepemimpinana
dipandang sebagai proses rasional yang bermakna dan melibatkan semua peserta
dan memungkinkan setiap orang untuk memberikan kontribusi untuk mencapai visi.
Belajar menjadi
seorang pemimpin (papa buat liat chapter 1 oly)
Pendekatan
Gaya Kepemimpinan
1.
Universal : Gaya kepemimpinan
tergantung dari sifat dan perilaku leader
2.
Contingency : -Leader :
Kemampuan leader seperti apa
-Follower : Kesiapan follower
-Situasi : Kondisi
seperti apa
Fokus pada karakteristik followers
Follower
memiliki 4 model :
1.
Model R1 (readiness 1) :
Tingkat kesiapan rendah (low readiness)_> directing, mengarahkana dan
memantauollowers unmilling dan unble (tidak ada keinginan kerja dan tidak dan
tidak mampu)
2.
Model R2 (readiness 2) :
Tingkat kesiapan moderate (moderate readiness) > coaching, mengajari dan
dipantau. Followers milling dan unable
(tidak mampu tetapi ada kemauan untuk bisa)
3.
Model R3 (readiness 3) :
Tingkat kesiapan tinggi (high readiness) > supporting, disupport dan diajak.
Followers unmilling dan able (mampu tetapi tidak ada keinginan)
4.
Model R4 (readiness 4) :
Tingkat kesiapan sangat tinggi (very high readiness) > entrusting, tidak
perlu diajari. Followers milling dan able (mampu dan mau bekerja)
MODEL SITUASI KEPEMIMPINAN
Gaya
supporting untuk high readiness follower
-
Leader : Melibatkan pemimpin
untuk mendorong partisipasi, mendukung,berkonsultasi dan mengembangkan skill
dan rasa percaya diri follower.
-
Follower Contingency : Follower
punya kesiapan tinggi namun kurang percaya diri.
Gaya
entrusting untuk very high readiness follower
-
Leader : Sedikit focus pada
tugas maupun kebutuhan orang/follower
-
Follower contingency : Follower
sangat siap Karena kemampuan dan percaya diri untuk menjalankan tugasnya.
Gaya coaching
untuk moderate readiness follower
-
Leader : Leader memberikan instruksi
dengan dukungan persona, menjelaskan tugas dan menjelaskan keputusan yang
dibutuhkan.
-
Follower contingency : Follower
punya kesiapan sedang Karena sedang memproses rasa percaya diri namun kemampuan
kurang
Gaya
directing untuk low readiness follower
-
Leader : Leader menyediakan
detail tujuan dan instruksi, memonitor operasi dan kinerja.
-
Follower contingency : Follower
mwmiliki kesiapan rendah, kemampuan rendah dan kurang rasa percaya diri.
LEADERSHIP STYLE ( GAYA KEPEMIMPINAN )
-
Pemimpin berorientasi hubungan
: konsentrasi pada orang
-
Pemimpin berorientasi tugas :
konsentrasi pada tugas
-
Gaya kepimimpinan diukur dengan kuisioner sebagai skala LPC ( least
preferred co worker). Jika leader menjelaskan LPC menggunakan konsep positif
maka ia berorientasi hubungan. Jika leader menjelaskan LPC menggunakan konsep
negative maka ia berorientasi tugas.
SITUASI KEPEMIMPINAN
Situasi kepemimpinan dalam bentuk 3 elemen
yang farorable/ unfarorable bagi pemimpin:
1. Leader-member
relations : Atmosfer group dan sikap member kepada dan penerimaan dari
pemimpin.
2. Task structure : Tugas yang dikerjakan oleh group
(termasuk prosedur tertentu punya tujuan jelas)
3. Position
Power : Pemimpin punya otoritas formal atas bawahan.
BAB
3
THE
LEADER AS ON INDIVIDUAL
The secret ingredient for leadership
success
1.
Self Awareness : Sadar pada
aspek internal dari natur seseorang seperti kepribadiaan,emosi, nilai, persepsi
dan apresiasi, bagaimana caramu mempengaruhi orang lain.
2.
Leader Blindspot : Keadaan yang
tidak disadari oleh seseorang pada saat tertentu.
Personality and Leadership
Personality adalah serangkaian proses dan
karakteristik yang tidak terlihat yang membedakannya dengan orang lain.
Big five personality dimensions
1.
Extroversion (ekstroversi) :
Mudah bergaul, sosialisasi, hidup berkelompok dan tegas.
Interversion : Pemalu,suka
menyendiri, penakut dan pendiam.
2.
Agreebleness (mudah akur) :
kooperatif,baik,hangat dan berhati lembut serta suka membantu
3.
Conscientiousness (bersifat
hati hati) : Berhati-hati dalam bertindak,disiplin, dapat dipercaya, dapat
diandalkan, bertanggung jawab, tekun dan orientasi pada pencapaian.
4.
Emational stability : Dimensi
kepribadian yang bernilai kemampuan seseorang dalam menahan tekanan/stress
5.
Opennes to experience :
Tertarik pada hal-hal baru dan keinginan untuk mengetahui serta mempelajari
serta mempelajari sesuatu yang baru.
Different in Leader and Non Leader value
rankings
|
Terminal
Valus Ranked Higher by Leader
|
Terminal
Values Ranked Hingher by Non leaders
|
|
Kebebesan
|
Dunia dalam damai
|
|
Keamanan nasional
|
Kesenangan
|
|
Keselamatan
|
Kebijakan
|
|
Instrumental
Values Ranked Hingher by Leader
|
Intrumental Values Ranked Higher by Non leader
|
|
Ambisius
|
Bersih
|
|
Pemikiran luas
|
Suka membantu
|
|
Berani
|
Mandiri
|
|
Setia
|
Dapat mengkomtrol diri dan berintelektual
|
Social Perception and Artributions
|
Perception
|
Perciption
Distortions
|
|
Proses yang digunakan seseorang untuk memasukkan
lingkungan dengan memilih organisasi
|
Kesalahan dalam penilaian persepsi yang timbul
dari ketidak akuratan dalam persepsi
|
|
Stereo Typing
|
Hallo Effect
|
|
Kecenderungan untukmenggolongkan seseorang
kekatagori yang luas lalu menganalisasi ke seorang individu
|
Pandangan keseluruhan dari seseorang/ situasi
berdasarkan karakteristik
|
|
Projection
|
Perceptual Defense
|
|
Kecenderungan untuk melihat ciri perseorangan dalam
diri orang lain
|
Kecenderungan untuk melindungi seseorang dengan
tidak memperdulikan ide, situasi atau orang yang tidak menyenangkan
|
Cognitive Differences
a.
Cognitive style : Bagaimana
seseorang proses, interpretasi dan memakai informasi
b.
Whole Brain Concept : Sebuah
pendekatan yang mempertimbangkan tidak hanya pretense seseorang untuk pemikiran
otak kanan vs otak kiri tapi juga konsep vs pengalaman identifikasi 4 kuadran
otak yang berhubungan pada gaya berpikir.
|
Quandran A
|
Quandran B
|
Quadrant C
|
Quadrant D
|
|
Model otak dengan logika berpikir, Analisa fakta dan
memproses angka
|
Model otak dengan perencanaan organisasi fakta dan
detail review secara hati-hati
|
Model otak dengan hubungan personal dan proses
intuitif dan pemikiran emotional
|
Model otak dengan konseptual sintesis dan integrase
fakta dan pola
|
Cara agar leader dapat bekerja dengan
berbagai kepribadian:
1.
Memahami kepribadiaan
sendiri dan bagaimana anda bereaksi terhadap orang lain.
2.
Memperlakukan setiap orang
dengan hormat
3.
Mengetahui kekuatan setiap
orang
4.
Berusaha saling memahami
5.
Ingat bahwa setiap orang
ingin dapat menjadi cocok
BAB
4
LEADERSHIP
MIND DAN EMOTION
Leading with Head ang Heart
Leader harus “Head” ketika menghadapi
isu-isu organisasi (seperti tujuan,strategi, jadwal, struktur, keuangan,isu
operasioanal dan sebagainya). Leader juga harus menggunakan “heart” untuk
menghadapi isu-isu manusiawi seperti memahami, mendukung, mengembangkan yang
lainnya.
Mental Models
1.
Mental Model : Teori yang
menggambarkan tentang bagaimana seseorang berpegang teguh pada system atau
model yang terbentuk pada suatu keadaan.
2.
Global Mianset : Kemampuan
manajemen untuk mengapresisai dan mempengaruhi individu, kelompok, organisasi
dan system yang mewakili social,budaya,politik,institusional,intelektual dan
psikologis.
Develop a Leader’s Mind
1.
Independent Thinking : Leader
tidak melihat situasi ketika menghadapi masalah,tetapi memakai cara sendiri.
2.
Open-Mindedness :
Mengesampingkan prekonsepsi dan sangkaan kepercayaan dan opini.
3.
Sistem-Thinking : Leader
memperhatikan situasi,melihat pola untuk menyelesaikan kasus. Leader melihat
dahulu kepribadian orang tersebut lalu mengambil keputusan.
4.
Personal Mastery : Mengusai
diri sndiri dalam hal menfasilitasi kepemimpinan dan memperoleh hasil yang
diinginkan.
Emotional Intelligence
Kemampuan seseorang untuk mempersepsikan,
mengindentifikaso,memahami dan mengatur emosi dalam diri sendiri dan orang
lain.
Mengapa emosi itu penting ? 1.Emosi itu
menular
2.Emosi
itu mempengaruhi kinerja
Komponen Emotional Intelligence : a. Self
Awareness : Peduli terhadap diri kita sendiri
b.Self Management : Kemampuan memanage diri
c. Social Awareness :
Keperdulian terdapat orang lain
d.Relationship Management : Mampu membangun hubungan dengan orang lain.
Leading with love VS Leading with Fear
|
Indikator Love VS Fear didalam organisasi
|
|
|
Fear
|
Love
|
|
Pantauan dan kerahasiaan
|
Keterbukaan dan otentik
|
|
Menyalahkan dan menyerang
|
Memahami sudut pandang yang berbeda
|
|
Kontrol berlebihan
|
Mengharapkan orang lain melakukan hal baik
|
|
Sideline criticalness
|
Keterlibatan dan pebedaaan
|
|
Corning unglued
|
Mempertahankan persepsi
|
|
Aloofness dan Distance
|
Hubungan interpersonal
|
|
Pembalasan disembunyikan
|
Pembalasan terbuka
|
Mengapa follower merespon terhadap cinta ?
Karena leader mencapai 5 kebutuhan
employee:
1.
Mendengar dan memahami follower
2.
Jika follower tidak setuju
dengan leader, tolong jangan membuat leader salah
3.
Menerima kebesaran follower
4.
Ingatlah untuk mencari
perhatian follower
5.
Beritahu kebenaran pada
follower.
Motivation : a. Fear-based motivation :
Motivasi berdasarkan ketakutan akan kehilangan pekerjaan
b.Love-based motivation : Motivasi
berdasarkan perasaan dihargai dalam pekerjaannya.
BAB 5
COURAGE AND MORAL LEADERSHIP
Moral Leadership Today
1.
Ethical Climate in business
Tekanan untuk mengurangi biaya, meningkatkan profit,
memenuhi dari vendor/patner bisnis dan tampak berhasil dpat berkontribusi
terhadap etika. Tantangan lain pada lingkungan ini adalah penekanan berlebihan
pada pemegang saham yang mungkin menyebabkan beberapa manajer berprilaku secara
tisak etis kepada pelanggan,karyawan dan lingkungan sosial.
2.
Leader set the ethical tone
Pemimpin memegang tanggung jawab untuk mengatur iklim etika dan
bertindak sebagai pemberi contoh bagi yang lainnya.
|
Comparing Ethical VS
Leadership
|
||||||||||||||||||||||
|
How to act like a moral leader :
1.
Mempertahankan prinsip moral
tinggi
2.
2. Fokus pada apa yang benar
dalam organisasi termasuk orangnya
3.
Buatlah contoh bagaimana anda
ingin orang lain terapkan
4.
Jujurlah pada diri sendiri dan
orang lain
5.
Mengusir ketakutan
6.
Membangun dan komunikasi
aturan-aturan etika
7.
Tidak memberikan toleransi pada
pelanggaran etika
8.
Hadiahi perilaku beretika
9.
Mmemperlakukan semua orang
secara adil
1 Melakukan hal benar dalam kehidupan
pribadi dan pekerjaan
3 Level of personal moral development
1.
Preconventional : Individu
egois dan konsentrasi pada penerimaan hadiah dan menghindari hukuman.
2.
Conventional : Individu belajar
untuk menyesuaikan dengan ekspetasi perilaku baaik dari orang lain.
3.
Post conventional : Indivisu
mengikuti standart perilaku baik yang diterapkan secara universal.
Servant Leadership
Pemimpin melebihi kepentingan sendiri untuk
melayani kebutuhan yan lainnya, membantu yang lainnya bertumbuh dan menyediakan
untuk yang lainnya.
1.
Authoritarian Management :
Pengikut patuh pada peraturan pemimpin mengatur strategi dan tujuan
2.
Participative Management :
Pemimpin meningkatkan partisipasi karyawan melalui srana program, partisipasi
kelompok dan lain-lain
3.
Stewardship : Pemimpin dapat
bertanggung jawab pada yang lain termasuk pada organisasi, tanpa mencoba untuk
mengkontrol lainnya, mendefinisikan arti dan tujuan untuk lainnya.
Leading with Courage
Courage adalah kekuatan mental dan moral
untuk terlibat, tekun, dan ,menahan bahaya, kesulitan dan rasa takut.
Keberanian untuk memimpin : 1.Keberanian
berarti menerima
2.Keberanian sering berarti tidak menurut
3.Keberanian untuk keluar dari zona nyaman
4.Keberanian berarti meminta untuk yang diinginkan dan berkata apa yang
dipikirkan
5. Keberanian berarti berjuang untuk apa yang dipercayai
Bagaimana keberanian diterapkan dalam
kepemimpinan
1.
Bertindak seperti pemimpin yang
bermoral membutuhkan keberanian
2.
Melaporkan tindakan tidak
beretika membutuhkan keberanian
Menemukan Keberanian pribadi :
1.
Percaya pada tujuan yang lebih
tinggi
2.
Menggambarkan atau mencontohkan
kekuatan orang lain
3.
Kurangi frustasi dan rasa marah
4.
Ambil langkah kecil.
BAB 6
FOLLOWER
What you leader wants from you
Apa yang seorang leader inginkan dari
followernya?
1.
Leader tidak mau alasan, dai
hanya ingin hasil
2.
Follower harus mau bekerjasama
dengan anggota lain dan dengan leadernya
3.
Pemimpin mau pengikutnya tahu
apa yang terjasi dalam industry organisasi.
4.
Pemimpin mau pengikut
meningkatkan pertumbuhan mereka daripada mengandalkan leader mereka.
Follower style
|
Follower type
|
Thinking style
|
Level of engagement
|
|
Alienated follower
|
Independent, critical thinker
|
Passive in organitation
|
|
Confermist
|
Dependent,uncritical thinker
|
Active in the organitation
|
|
Pragmatic survivor
|
Both as needed
|
Both as needed
|
|
Passive follower
|
Dependent, uncritical thinker
|
Passive in organitation
|
|
Effective follower
|
Independent, critical thinker
|
Active in the organitation
|
Follower type:
1.
Alienated Follower :
seseorang yang independen, kritis tapi pasif dalam organisasi
2.
Confarmist : seseorang yang
berpartisipasi secara aktif dalam organisasi tapi tidak kritis
3.
Passive Follower : seseorang
yang memiliki 4 kualitas ekstrim
4.
Effective Follower : Pemikir
yang kritis, mandiri yang berpartisipasi secara aktif dalam organisasi
The power and courage to manage up
Sumber-sumber kekuatan untuk managing up
1.
Personal sources : memiliki
kekuatan personal. Contoh : ilmu,keahlian, usaa\ha dan bujukan
2.
Position Sources : Memiliki
kekuatan posisi. Contoh posisi yang tampak, aliran informasi, lokasi pasar,
jaringan hubungan.
Kekuatan yang diperlukan untuk managing up
1.
Berani mengasumsikan tanggung
jawab
2.
Berani untuk menerima tantangan
3.
Berani untuk melayani
4.
Berani untuk berpartisipasi
dalam perubahan
5.
Berani untuk meninggalkan
4 cara pemimpin meningkatkan kemampuan dan
kontribusi pengikut :
1.
Kejelasan arah
2.
Kesempatan bertumbuh
3.
Feedback, teratur,spesifik dan
langsung
4.
Perlindungan dari organisasi
BAB
7
LEADERSHIP
COMMUNICATION
How Leader communication
Communication : transfer informasi dan
pemahaman antara pengirim dan penerima.
The leader as communication champion
1.
Communication Champion :seseorang
yang secara filosofi percaya bahwa komunikasi itu perlu untuk membangun
kepercayaan dan memperoleh komitmen pada sebuah visi
2.
Embeddedness : Ketika
orang-orang dalam organisasi bersatu pada tujuan dasar berdasarkana pemahaman
dan penerimaan mendalam pada visi dan strategi.
Leading strategi conversations
Strategi conversation : komunikasi yang
atasan berlangsung melintasin dan tingkat hierarki mengenai visi, strategi dan
nilai yang dapat membantu ,mencapaihasil yang diinginkan.
Communicating tp persuacle and influence
4 langkah untuk mengajak :
1.
Listen first : mendengarkan apa
yang disampaikan follower
2.
Estabilsh credibility :
kredibel dalam otak dan hubungan
3.
Build goals on common ground :
bangun tujuan atas persamaan dasar
4.
Make your position compelling
to others : gunakan kekuatan posisi
Selecting the correct communication
channel
Channel : Media diaman pesan disampaikan
dari pengirim kepenerima
Channel Richness : Jumlah informasi yang
dapat disampaikan selama 1 kali komunikasi.
Non verbal communication
Non verbal communication : Pesan yang
tersampaikan melalui tindakan dan perilaku
Current Communikasi Challenges
Agar siap dalam krisis, leader dapat
mengembangkan 4 skill :
1.
Stay calm : menyerap ketakutan
dan ketidak yakinan orang lain
2.
Be visible dan supportive :
Leader perlu untuk selalu ada dan mendukung follower
3.
Tell the truth : Leader harus
mengatakan yang sesungguhnya pada follower dan public
4.
Communicate a vision for the
future : orang merasa perlu untuk ada sebuah tujuan untuk dilakukan dan untuk
dicapai.
BAB 8
LEADING TEAM
The value of teams
Team : suatu unit dari dua orang/lebih yang
berinteraksi dan mengkoordinasikan pekerrjaan mereka untuk mencapai tujuan
bersama.
Type of teams
1.
Functional Teams : Tim yang
terdiri dari supervisor dan bawahan dalam rantai perintah yang formal
2.
Cross Departement Teams : Tim
yang terdiri dari anggota dari fungsi yang berbeda dalam suatu organisasi
3.
Self Directed Teams : Tim yang
terdiri dari anggota yang bekerja dengan pengkontrolan minim dan perputaran
pekerjaan
Leading a team to high performance
1.
A compelling purpose, clear
objectives and explicit metric : Tim harus berkomitmen untuk mencapai
keberhasilan
2.
A diversity of skill and
unambiguous roles : Tim yang efektif mempunyai beragam keterampilan
3.
Streamlined team size : Tim
kecil lebih baik daripada tim besar
4.
Decision authority over how to
achieve goals : Tim harus punya wewenang memutuskan bagaimana mencapai tujuan
5.
Support dan coaching : Pemimpin
menyediakan dukungan untuk anggota tim
Team Processes
Bagaimana tim berkembang ?
1.
Forming : orientasi dan
berkenalan
2.
Stroming : mulai terjadi
konflik
3.
Norming : Konflik telah
disesuaikan
4.
Performing : tim sudah bisa
kerja dan selesakan tugas
5.
Adjourning : Sudah selesai
kerja dan bubar
What Team members must contribute
Agar dapat berfungsi dengan baik anggota
tim harus menampilkan 5 kompitensi :
1.
Goal setting dan performance
management
2.
Planning and coordination
3.
Collaborative problem solving
4.
Communication
5.
Conflict resolution
Team member role
Task specialist role : Fungsi anggota tim
yang memulai ide baru, evaluasi keefektifitas tim, klarifikasi tugas dan
tanggung jawab, mengringkas fakta dan ide untuk yang lainnya dan stimulasi
lainnya untuk bekerja
Socioemotional role : Fungsi tim yang
memfasilitasi lainnya, menghaluskan,menunjukkan perhatian pada anggota lain,
melayani seperti contoh dan mengingatkan lainnya untuk berinteraksi.
Leading a virtual team
Virtual team : tim yang terdiri dari member
yang terpilih secara geografi dan terhubung melalui teknologi.
Challenges of virtual teams :
1.
Memilih anggota tim yang tepat
2.
Memulai dengan tepat
3.
Menggunaka teknologi untuk
bangun hubungan
4.
Setuju pada aturan dasar
Handling team conflict
Conflict : 1. Task conflict: berbeda
pendapat dalam menyelesaikan tugas
2.Relationship conflict :
hubungan tidak baik dengan teman 1 tim
Cara mencapai win-win solution :
1.
Separate the people from the
problem
2.
Fokus pada ketertarikan bukan
permintaan
3.
Dengarkan dan bertanya
4.
Bertahan pada hasil harus
berdasarkan standart objektif
BAB 9
DEVELOPING LEADERSHIP DIVERSITY
Diversity today
Diversity : Perbedaan
antar orang dalam hal umur, etnis, gender, rasa tau dimensi lainnya.
Workforce Diversity :
Lingkungan kerja yang terdiri dari kualitas manusia yang berbeda atau budaya
kelompok yang berbeda.
Challenges minorities
face
Ethnocentrism : Menganggap
bahwa budaya asal yang terbaik dibandingkan dengan negara lain dan cara kerja
berdasarkan negara asal
Prejudice : Kepercayaan
negative/image negative yang terasosiasi dengan kelompok orang tertentu
Diskriminasi :
Memperlakukan orang secara berbeda berdasarkan sikap prejudis dan stereotype
The glass ceiling: Aturan
yang tidak tertulis tetapi dalam budaya tertentu menjadi sebuah kebijakan.
Rintangan yang tidak terlihat yang memisahkan wanita dan kaum minoritas dari
posisi atas kepemimpinan.
Ways women lead
Wanita sering menggunakan
gaya kepemimpinan yang berbeda dengan pria. Pemimpin wanita memiliki pengaruh
yang lebih idealis, menyediakan labih banyak motivasi, inspirasional menjadi
individu dalam mempertimbangkan dan menawarkan stimulasi intelektual lebih.
-
Idealized influence : Follower
identifikasi dengan dan ingin emulasi leader. Leader dipercaya dan dihormati
mempertahankan standar yang tinggi dan memiliki kekuasaan.
-
Inspirational motivation :
Pemimpin yang memohon secara emosional dan simbolis pada hasrat karyawan untuk
melakukan pekerjaan yang baik dan mencapai tujuan organisasi.
-
Interactive leadership : Gaya
kepimpinan dimana pemimpin mengembangkan hubungan pribadi dengan bawahannya dan
berjuang meningkatkan harga diri orang lain.
Global
Diversity
|
Culture
|
Prefered style of handshake
|
|
Asia
|
Getle
|
|
Inggris
|
Halus/pelan
|
|
Perancis
|
Ringan dan cepat
|
|
Jerman
|
Brusque dan firm
|
|
Amerika latin
|
Moderate grasp
|
|
Timur tengah
|
Gentle
|
|
Amerika utara
|
Firm
|
Perbedaan kepemimpinan pria dan wanita
berikut dalam tabel :
|
Pria
|
Wanita
|
|
Kompetitif dan individuals
|
Cenderung kurang kompetitif
|
|
Bekerja dalam hiriearki vertical
|
Lebih kolaboratif
|
|
Mengandalkan kewenangan formal dan berisi dalam
hubungan dengan bawahan
|
Perduli dalam membangun hubungan keterbukaan dan
partisipasi
|
Becoming an inclusive leader
Tujuan organisasi global saat ini adalah
untuk menyakinkan bahwa semua orang diberikan kesempatan yang sama dan
diperlukan dengan adil dan hormat.
-
Integrasi : sikap multikultur
memampukan orang untuk integrase perbedaan dan beradaptasi secara kognitif
-
Adaptasi : Mampu berempati
budaya lain, mampu berpindah dari satu perspektif ke lain
-
Penerimaan : Menerima perbedaan
perilaku, mengakui adanya cara lain dalam berpikir
-
Meminimalkan perbedaan :
menyembunyikan perbedaan, focus pada persamaan
-
Membela : Membela pandangan
seseorang, menggunakan negative stereotype, asumsi superior budaya sendiri.
BAB 9
LEADERSHIP POWER AND INFLUENCE
Four kinds of
influential leadership
1.
Trasformational leadership :
kepemimpinan yang terciri kemampuan untuk membawa perubahan signifikan bagi
follower dan organisasi
2.
Transactional leadership :
Sebelum trasaksi/proses pertukaran antar pemimpin dan pengikut.
-Trasformational berbeda dengan trasaksional dalam 4
area signifikan, yaitu :
a.
Transformational menggambarkan suatu visi besar dari masa depan dan
mengkomunikasikannya dengan cara yang membuat perubahan.
b.
Transformational mrnginspirasi follower untuk mengesampingkan kepentingan
mereka untuk kebaikan kelompok.
c.
Transformational mengevaluasi konsentrasi follower dari kebutuhan fisik tingkat
rendah
d. Transformational
mengembangkan follower menjadi leader.
3. Coallitional leadership : kepemimpinan yang melibatkan perkembangan
sekutu dan membangun koalisi orang yang mendukung tujuan kepemimpinan dan dapat
membantu untuk mempengaruhi yang laiinnya untuk mengimplementasikan keputusan leader
dan mencapai tujuan
4.Machiavllian leadership style :
a. Mereka selalu siaga untuk
resiko dan ancaman bagi kekuasaan mereka.
b. Mereka tidak keberatan untuk
merasa takut
c. Mereka akan menggunakan
penupuan jika perlu
d. Mereka mengunakan reward dan
hukuman untuk membentuk perilaku
Using hard versus soft power
Power : kemamouan potensial seseorang untuk
mempengaruhi orang lain untuk membawa perubahan hasil yang diinginkan.
Influence : Pengaruh dari tindakan
seseorang pada sikap, nilai, kepercayaan/tindakan orang lain.
-
Jenis-jenis kekuatan :
1.
Legitimate power : Otoritas
ditanam dari posisi formal
2.
Reward power : Otoritas untuk
menganugerahkan rewards pada oranglain.
3.
Coerline power : Otoritas untuk
menghukum ataumerekomdasikan hukuman.
4.
Expert power : otoritas
dihasilkan dari pengetahuan atau skill khuss leader.
5.
Referent power : Otoritas
berdasarkan karakteristik kepribadian yang memerintah perhatian, hormat, rasa
kagum follower sehingga mereka ingin mengemulasiakan leader.
Pembanding antara hard dan soft power
|
HARD POWER
|
SOFT POWER
|
|
Legimate : Berdasarkan para
leader memegang suatu posisi formal. Orang menerima hak leader untuk membuat
perintah/aktivitas langsung
|
Expert : Berdasarkan pada pengetahuan/skill khusus
leader. Orang percaya dan menghargai keputusan Karena keahlian leader
|
|
Reward : Berdasarkan para leader memiliki kemampuan
untuk menyediakan atau menahan reward. Orang patuh untuk memperoleh reward
|
Referent : Berdasarkan karakteristik personal. Orang
mengagumi dan menghormati leader.
|
|
Coercive : Berdasarkan pada kemampuan pemimpian
untuk menghukum atau merekomendasiakan hukuman. Orang patuh untuk menghindari
hukuman.
|
|
BAB
10
CREATING
DIVISION AND STRATEGIC DIRECTION
The leader
job : looking forward
Stimulating vision
and action
Visi : Cita-cita
diaman yang akan dating, sifatnya sulit tapi tidak mustahil
Strategi : Cara mencapai visi
Cara membuat strategi : buat visi : 1.
Analisis lingkungan internal (strength,weakness)
2.Analisa
lingkungan eksternal (threat,opportunity)
Strategi leadership :
Kemampuan untuk mengantisipasi masa depan,
mempertahankan fleksibilitas, berfikir secara strategis dan memulai perubahan
yang akan membuat keunggulan kompetitif untuk organisasai dimasa depan.
Leadership vision
Leader menggunakan langkah-langkah ini
untuk membuat visi :
1.
Target visi untuk masa depan
yang diinginkan
2.
Bauta visi
3.
Identifikasi kekuatan
4.
Buatlah first draft
5.
Memohon feedback dan buat
pernyataan visi akhir
6.
Sebarkan visi secara luas
Mission :
Mission : tujuan organisasi dan alasan
untuk keberadaannya.
A framework for noble purpose :
4 pendekatan dasar dalam membiayai tujuan
organisasi :
1.
Discovery : menciptakan sesuatu
yang belum pernah ada sebelumnya
2.
Excellence : Fokus untuk
menjadi yang terbaik
3.
Altruism : Fokus pada pelayanan
daripada memperoleh profit
4.
Heroism : Fokus untuk menjadi
kuat,agresif dan efektif
The leader as strategist in chief
How
to achieve the vision
Strategi : rencanaumum yang menggambarkan
alokasi, sumber daya danaktivitas lain untuk berhadapan dengan lingkungan dan
membantu organisasi mencapai tujuan.
Leader harus jelas pada tujuan organisasi
dan visi sebelum mengadopsi strategi yang efektif
Developing effective strategy
Untuk mengembangkan strategi leader secara
aktif mendengarkan orang didalam dan diluar organisasi termasuk menguji tren
danberhenti dalam lingkuangan yang dapat untuk memperoleh bingkai.
Element
of strategy
Untuk meningkatkan kesempatan sukses,leader
mengembangkan strategi yang focus pada 3 kualitas :
1.
Core competence : sesuatu yang
dapat dilakukan dengan sangat baik oleh organisasi jika dibandingkan dengan
pasanganya
2.
Developing strategy : Interaksi
bagian-bagian organisasi untuk menghasilakanjoint effect yang lebih besar.
3.
Value : Kombinasi manfaat yang
diterima dan biaya yang dibayar oleh pelanggan.
How to execute
Stategy execution : Meletakkan strategi
dalam tindakan dengan menyesuaikan berbagai bagian organisasi dan mengarahkan
sumber daya utnutk mencapai tujuan strategis.
Teknik berikut dapat membantu leader
mengimplementasiakn strategi :
1.
Membuat komunikasi yang
berjalan
2.
Mengajarkan “mengapa”
3.
Menjelaskan aa arti hal baru
ini pada setiap orang
4.
Berikut apa yang tidak berubah
Leader as strategic decision maker
Pemimpin membuat keputusan setiap hari,
keputusan besar dan kecil untuk mendukung strategi perusahaan.
BAB
11
SHAPING
CUTURE DAN VALUE
Budaya : serangkaian nilai kunci, asumsi,
pemahaman dan norma yang dibagi oelh anggota organisasi dan diajarkan pada
anggota baru dengan benar
Importance of culture:
Budaya melayani 2 fungsi penting dalam
organisasi :
1.
Internal integration : budaya
mengintegrasi anggota sehingga mereka tahu cara berelasi satu sama lain.
2.
External Adaptation : Budaya
membantu organisasi beradaptasi dengan lingkungan luar
Culture strength,responsiveness and
performance
Culture Strength : Tingkat persetujuan
antar pekerja mengenai pentingnya nilai-nilai tertentu dan cara melakukan
sesuatu.
Responsive Culture : Budaya dapat
dipikirkan sebagai responsive atau menentang
|
RESPONSIVE CULTUR
|
RESISTANT CULTURE
|
|
Visible behavior : leader memperhatikan semua
pemegang kepentingan dan memulai perubahanketika dibutuhan untuk melayani
kepentingan pelanggan
|
Manager cenderung melihat kebatin dan termotivasi
secara politik sebagai hasilnya mereka tidak mengubah tujuan mereka secara
cepat untuk menyesuaikan pada peruabahn lingkungan.
|
|
Explressed values : Leader sebenarnya perduli pada
pelanggan, karyawan, patner dan pemegang saham. Meraeka menghargai semua
orang,oproses dan mekanisme keseluruahan hirarki yang dapat membuat perubahan
yang berguna
|
Mnanger perduli sebagaian besar pada kepentingan
mereka dan produk atau tim departeman mereka, mereka menghargai system
managemen yang berurutan dan mengurangi resiko lebih dari insiatif perusahaan
|
The competiting values approach to
shaping culture
4 corporate culture
1.
Adaptability culture :
kemampuan organisasi untuk menginterplementasi dan menterjemah signal dari
lingkungan.
2.
Achivment culture :visi yang
jelas dari organisasi danleader focus pada pencapaian target.
3.
Involment culture : budaya
dengan focus pada keterliabatan pekerja untuk mencapai ekspetasi yang berubah.
4.
Konsentacy culture : Budaya
dengan folkus internaldan konsistensi orientasi untuk lingkuangan yang stabil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar