Total Tayangan Halaman

Rabu, 03 Januari 2018

THE LEADERSHIP EXPERIENCE (REVIEW RICHARD L.DAFT)


BAB 1
WHAT DOES IT MEAN TO BE A LEADER

Leadership
Hubungan pengaruh antar pemimpin dan pengikut yang mengingikan suatu perubahan dan hasil yang mencerminkan tujuam mereka. Proses leadership dapat terlihat dalam pola sederhana ini:
-        Influence  : Mempengaruhi yang lain untuk membuat perubahan.
-        Intention  : Leader dan follower terlibat dalam membuat perubahan.
-        Followers : Mereka yang mengikutin sang pemimpin.

-        Personal responsibility and integrity : Masing-masing memiliki tanggung jawab dan memiliki integritas yang tinggi untuk mencapai harapan masa depan
-        Shared Purpose : Ada tujuan bersama yang ingin diraih oleh follower dan leader.
-        Change  : Leadership menginginkan suatu perubahan bukan keadaan tetap.
Realita baru bagi pemimpin
Paradigma : Pola pikir bersama yang mewakili cara mendasar dalam berpikir,mengamati dan memahami dunia. Perubahan kemajuan dunia mengubah paradigma kepemimpinan.

Perbedaan paradigm lama dengan paradigm baru
PARADIGMA LAMA
PARADIGMA BARU
Stabilizer : Keadaan stabil
Change Manager : Menerima perubahan dan beradaptasi
Controller : Pemimpin mempunyai posisi kuat dan control yang ketat
Fasilisator : Leader membantu follower untuk melakukan dan menjadi yang terbaik dengan menghilangkan rintangan,memfasilitasi kebutuhan dan memberi dukungan
Competitor : Bersaing menjadi yang terbaik
Collaborator : Kerjasama tim,kompromi, dan kooperatif
Diversity Avoid : Tim homogen
Diversity Promoter : Tim heterrogen
Hero : Leader memuji kemampuan dan kesuksesanya sendiri
Humble : Leader mendukung dan mengembangkan yang lainnya

Proses sukses leader jelas harus sejalan dengan manajemen yang berjalan dalam satu organisasi atau dalam satu perusahaan dan tidak menutup kemungkinan akan ada perbedaan dalam tujuan manajemen dengan proses leadership. Berikut akan diperjelas perbedaan manajemen dengan leadership:
Leadership : Hubungan pengaruh antara leader dan followers yang menghendaki perubahan dan yang mencerminkan tujuan mereka.
Manajemen : Pencapai tujuan organisasi cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian,susunan pegawai,pengarahan dan mengontrol sumber daya organisasi.

Membandingkan manajemen dan kepemimpinan
MANAJEMEN
KEPEMIMPINAN
Direction : - Perencanaan dan penganggaran
                   -  Menimalisir resiko
                   - Fokus pada bottom line
       
-Membuat visi dan strategi
-Memaksimalkan kesempatan
-Fokus pada cakrawala
Alignment (posisi):-Pengorganisasian dan susunan staf.
                   -memberi saran dan mengkontrol
                  -Membuat struktur dan memberikan perintah
-Membuat budaya dan nilai bersama
-Menyediakan kesempatan belajar
-Mendorong jaringan dan fleksibilitas
Relationships (hubungan):-Investasi dalam barang
                                               -Menggunakan kekuatan posisi
                                              -Fokus pada tujuan spesifik
-Investasi pada manusia
-Menggunakan pengaruh personal
-Menginspirasi dengan tujuan dan kepercayaan

Personal Qualities : -Jarak emosional
                                    -Pemikiran ahli
                                    -Berbicara
                                    -Konfirmasi
                                    -Melihat kedalam organisasi
-Koneksi emosional
-Berpikiran terbuka
-Mendengarkan
-Keberanian
-Meliaht kedalam diri
Outcomer(hasil) : Mempertahankan stabilits
Membuat perubahan




BAB 2

Teori Kepemimpinan
1.      Great Man Theories
Asumsi yang beranggapan bahwa kepemimpinan adalah bakat ilmiah dan tidak bisa dipelajari.
2.      Trait Theories
Kepemimpinan itu adalah sebuah sifat yang bisa membuat seseorang menjadi pemimpin meskipun bukan anak pemimpin
3.      Behaviour Theories
Kepemimpinan tidak terbatas dengan bakat ilmiah sehingga seseorang dapat menjadi pemimpin denga mempelajari sifat pemimpin
4.      Contigency Theories
Tidak ada gaya kemimpinan yang akan cocok disemua situasi dan pemimpin bertindak berdasarkan situasi yang dihadapin
5.      Influence Theories
Asumsi yang berdasarkan pada kemampuan pemimpin mempengaruhi pengikut dengan memberikan inspirasi tentang visi masa depan
6.      Relation Theories
Kepemimpinana dipandang sebagai proses rasional yang bermakna dan melibatkan semua peserta dan memungkinkan setiap orang untuk memberikan kontribusi untuk mencapai visi.
Belajar menjadi seorang pemimpin (papa buat liat chapter 1 oly)

 Pendekatan Gaya Kepemimpinan
1.      Universal : Gaya kepemimpinan tergantung dari sifat dan perilaku leader
2.      Contingency : -Leader : Kemampuan leader seperti apa
                        -Follower : Kesiapan follower
                        -Situasi : Kondisi seperti apa

Fokus pada karakteristik followers
Follower memiliki 4 model :
1.      Model R1 (readiness 1) : Tingkat kesiapan rendah (low readiness)_> directing, mengarahkana dan memantauollowers unmilling dan unble (tidak ada keinginan kerja dan tidak dan tidak mampu)
2.      Model R2 (readiness 2) : Tingkat kesiapan moderate (moderate readiness) > coaching, mengajari dan dipantau.  Followers milling dan unable (tidak mampu tetapi ada kemauan untuk bisa)
3.      Model R3 (readiness 3) : Tingkat kesiapan tinggi (high readiness) > supporting, disupport dan diajak. Followers unmilling dan able (mampu tetapi tidak ada keinginan)
4.      Model R4 (readiness 4) : Tingkat kesiapan sangat tinggi (very high readiness) > entrusting, tidak perlu diajari. Followers milling dan able (mampu dan mau bekerja)


MODEL SITUASI KEPEMIMPINAN
Gaya supporting untuk high readiness follower
-        Leader : Melibatkan pemimpin untuk mendorong partisipasi, mendukung,berkonsultasi dan mengembangkan skill dan rasa percaya diri follower.
-        Follower Contingency : Follower punya kesiapan tinggi namun kurang percaya diri.
Gaya entrusting untuk very high readiness follower
-        Leader : Sedikit focus pada tugas maupun kebutuhan orang/follower
-        Follower contingency : Follower sangat siap Karena kemampuan dan percaya diri untuk menjalankan tugasnya.
Gaya coaching untuk moderate readiness follower
-        Leader : Leader memberikan instruksi dengan dukungan persona, menjelaskan tugas dan menjelaskan keputusan yang dibutuhkan.
-        Follower contingency : Follower punya kesiapan sedang Karena sedang memproses rasa percaya diri namun kemampuan kurang
Gaya directing untuk low readiness follower
-        Leader : Leader menyediakan detail tujuan dan instruksi, memonitor operasi dan kinerja.
-        Follower contingency : Follower mwmiliki kesiapan rendah, kemampuan rendah dan kurang rasa percaya diri.

LEADERSHIP STYLE ( GAYA KEPEMIMPINAN )
-        Pemimpin berorientasi hubungan : konsentrasi pada orang
-        Pemimpin berorientasi tugas : konsentrasi pada tugas
-        Gaya kepimimpinan diukur  dengan kuisioner sebagai skala LPC ( least preferred co worker). Jika leader menjelaskan LPC menggunakan konsep positif maka ia berorientasi hubungan. Jika leader menjelaskan LPC menggunakan konsep negative maka ia berorientasi tugas.

SITUASI KEPEMIMPINAN
 Situasi kepemimpinan dalam bentuk 3 elemen yang farorable/ unfarorable bagi pemimpin:
1. Leader-member relations : Atmosfer group dan sikap member kepada dan penerimaan dari pemimpin.
2. Task  structure : Tugas yang dikerjakan oleh group (termasuk prosedur tertentu punya tujuan jelas)
3. Position Power : Pemimpin punya otoritas formal atas bawahan.




BAB 3
THE LEADER AS ON INDIVIDUAL

The secret ingredient for leadership success
1.      Self Awareness : Sadar pada aspek internal dari natur seseorang seperti kepribadiaan,emosi, nilai, persepsi dan apresiasi, bagaimana caramu mempengaruhi orang lain.
2.      Leader Blindspot : Keadaan yang tidak disadari oleh seseorang pada saat tertentu.

Personality and Leadership
Personality adalah serangkaian proses dan karakteristik yang tidak terlihat yang membedakannya dengan orang lain.

Big five personality dimensions
1.      Extroversion (ekstroversi) : Mudah bergaul, sosialisasi, hidup berkelompok dan tegas.
Interversion : Pemalu,suka menyendiri, penakut dan pendiam.
2.      Agreebleness (mudah akur) : kooperatif,baik,hangat dan berhati lembut serta suka membantu
3.      Conscientiousness (bersifat hati hati) : Berhati-hati dalam bertindak,disiplin, dapat dipercaya, dapat diandalkan, bertanggung jawab, tekun dan orientasi pada pencapaian.
4.      Emational stability : Dimensi kepribadian yang bernilai kemampuan seseorang dalam menahan tekanan/stress
5.      Opennes to experience : Tertarik pada hal-hal baru dan keinginan untuk mengetahui serta mempelajari serta mempelajari sesuatu yang baru.

Different in Leader and Non Leader value rankings
Terminal Valus Ranked Higher by Leader
Terminal Values Ranked Hingher by Non leaders
Kebebesan
Dunia dalam damai
Keamanan nasional
Kesenangan
Keselamatan
Kebijakan
Instrumental Values Ranked Hingher by Leader
Intrumental  Values Ranked Higher by Non leader
Ambisius
Bersih
Pemikiran luas
Suka membantu
Berani
Mandiri
Setia
Dapat mengkomtrol diri dan berintelektual



Social Perception and Artributions
Perception
Perciption Distortions
Proses yang digunakan seseorang untuk memasukkan lingkungan dengan memilih organisasi
Kesalahan dalam penilaian persepsi yang timbul dari ketidak akuratan dalam persepsi
Stereo Typing
Hallo Effect
Kecenderungan untukmenggolongkan seseorang kekatagori yang luas lalu menganalisasi ke seorang individu
Pandangan keseluruhan dari seseorang/ situasi berdasarkan karakteristik
Projection
Perceptual Defense
Kecenderungan untuk melihat ciri perseorangan dalam diri orang lain
Kecenderungan untuk melindungi seseorang dengan tidak memperdulikan ide, situasi atau orang yang tidak menyenangkan

Cognitive Differences
a.      Cognitive style : Bagaimana seseorang proses, interpretasi dan memakai informasi
b.      Whole Brain Concept : Sebuah pendekatan yang mempertimbangkan tidak hanya pretense seseorang untuk pemikiran otak kanan vs otak kiri tapi juga konsep vs pengalaman identifikasi 4 kuadran otak yang berhubungan pada gaya berpikir.
Quandran A
Quandran B
Quadrant C
Quadrant D
Model otak dengan logika berpikir, Analisa fakta dan memproses angka
Model otak dengan perencanaan organisasi fakta dan detail review secara hati-hati
Model otak dengan hubungan personal dan proses intuitif dan pemikiran emotional
Model otak dengan konseptual sintesis dan integrase fakta dan pola

Cara agar leader dapat bekerja dengan berbagai kepribadian:
1.      Memahami kepribadiaan sendiri dan bagaimana anda bereaksi terhadap orang lain.
2.      Memperlakukan setiap orang dengan hormat
3.      Mengetahui kekuatan setiap orang
4.      Berusaha saling memahami
5.      Ingat bahwa setiap orang ingin dapat menjadi cocok




BAB 4
LEADERSHIP MIND DAN EMOTION

Leading with Head ang Heart
Leader harus “Head” ketika menghadapi isu-isu organisasi (seperti tujuan,strategi, jadwal, struktur, keuangan,isu operasioanal dan sebagainya). Leader juga harus menggunakan “heart” untuk menghadapi isu-isu manusiawi seperti memahami, mendukung, mengembangkan yang lainnya.

Mental Models
1.      Mental Model : Teori yang menggambarkan tentang bagaimana seseorang berpegang teguh pada system atau model yang terbentuk pada suatu keadaan.
2.      Global Mianset : Kemampuan manajemen untuk mengapresisai dan mempengaruhi individu, kelompok, organisasi dan system yang mewakili social,budaya,politik,institusional,intelektual dan psikologis.

Develop a Leader’s Mind
1.      Independent Thinking : Leader tidak melihat situasi ketika menghadapi masalah,tetapi memakai cara sendiri.
2.      Open-Mindedness : Mengesampingkan prekonsepsi dan sangkaan kepercayaan dan opini.
3.      Sistem-Thinking : Leader memperhatikan situasi,melihat pola untuk menyelesaikan kasus. Leader melihat dahulu kepribadian orang tersebut lalu mengambil keputusan.
4.      Personal Mastery : Mengusai diri sndiri dalam hal menfasilitasi kepemimpinan dan memperoleh hasil yang diinginkan.

Emotional Intelligence
Kemampuan seseorang untuk mempersepsikan, mengindentifikaso,memahami dan mengatur emosi dalam diri sendiri dan orang lain.
Mengapa emosi itu penting ? 1.Emosi itu menular
                                               2.Emosi itu mempengaruhi kinerja
Komponen Emotional Intelligence : a. Self Awareness : Peduli terhadap diri kita sendiri
                                                          b.Self Management : Kemampuan memanage diri
                                                          c. Social Awareness : Keperdulian terdapat orang lain
                                                          d.Relationship Management : Mampu membangun                                                                                    hubungan dengan orang lain.

Leading with love VS Leading with Fear
Indikator Love VS Fear didalam organisasi
Fear
Love
Pantauan dan kerahasiaan
Keterbukaan dan otentik
Menyalahkan dan menyerang
Memahami sudut pandang yang berbeda
Kontrol berlebihan
Mengharapkan orang lain melakukan hal baik
Sideline criticalness
Keterlibatan dan pebedaaan
Corning unglued
Mempertahankan persepsi
Aloofness dan Distance
Hubungan interpersonal
Pembalasan disembunyikan
Pembalasan terbuka

Mengapa follower merespon terhadap cinta ?
Karena leader mencapai 5 kebutuhan employee:
1.      Mendengar dan memahami follower
2.      Jika follower tidak setuju dengan leader, tolong jangan membuat leader salah
3.      Menerima kebesaran follower
4.      Ingatlah untuk mencari perhatian follower
5.      Beritahu kebenaran pada follower.

Motivation : a. Fear-based motivation : Motivasi berdasarkan ketakutan akan kehilangan pekerjaan
                     b.Love-based motivation : Motivasi berdasarkan perasaan dihargai dalam pekerjaannya.






BAB 5
COURAGE AND MORAL LEADERSHIP


Moral Leadership Today
1.      Ethical Climate in business
Tekanan untuk mengurangi biaya, meningkatkan profit, memenuhi dari vendor/patner bisnis dan tampak berhasil dpat berkontribusi terhadap etika. Tantangan lain pada lingkungan ini adalah penekanan berlebihan pada pemegang saham yang mungkin menyebabkan beberapa manajer berprilaku secara tisak etis kepada pelanggan,karyawan dan lingkungan sosial.
2.      Leader set the ethical tone
Pemimpin memegang tanggung jawab untuk mengatur iklim etika dan bertindak sebagai pemberi contoh bagi yang lainnya.

Comparing Ethical VS  Leadership
Ethical Leader
Unethical Leader
Rendah hati
Sombong
Konsentrasi agar lebih baik
Mementingkan diri sendiri
Jujur dan lurus kedepan
Mampu
Memenuhi komitmen
Melanggar persetujuan
Mengejar keadilan
Menyetujui secara tidak adil
Menghormati lainnya
Mengurangi martabat orang lain
Mendorong dan mengembangkan
Mengabaikan perkembangan pengikut
Melayani yang lainnya
Menahan bantuan dan dukungan
Berani untukhal yang benar
Tidak berani menghadapi tindakan dan tidak adil
Mengambil tanggung jawab
Menyalahkan orang lain

How to act like a moral leader :
1.      Mempertahankan prinsip moral tinggi
2.      2. Fokus pada apa yang benar dalam organisasi termasuk orangnya
3.      Buatlah contoh bagaimana anda ingin orang lain terapkan
4.      Jujurlah pada diri sendiri dan orang lain
5.      Mengusir ketakutan
6.      Membangun dan komunikasi aturan-aturan etika
7.      Tidak memberikan toleransi pada pelanggaran etika
8.      Hadiahi perilaku beretika
9.      Mmemperlakukan semua orang secara adil
1     Melakukan hal benar dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan
3 Level of personal moral development
1.      Preconventional : Individu egois dan konsentrasi pada penerimaan hadiah dan menghindari hukuman.
2.      Conventional : Individu belajar untuk menyesuaikan dengan ekspetasi perilaku baaik dari orang lain.
3.      Post conventional : Indivisu mengikuti standart perilaku baik yang diterapkan secara universal.

Servant Leadership
Pemimpin melebihi kepentingan sendiri untuk melayani kebutuhan yan lainnya, membantu yang lainnya bertumbuh dan menyediakan untuk yang lainnya.
1.      Authoritarian Management : Pengikut patuh pada peraturan pemimpin mengatur strategi dan tujuan
2.      Participative Management : Pemimpin meningkatkan partisipasi karyawan melalui srana program, partisipasi kelompok dan lain-lain
3.      Stewardship : Pemimpin dapat bertanggung jawab pada yang lain termasuk pada organisasi, tanpa mencoba untuk mengkontrol lainnya, mendefinisikan arti dan tujuan untuk lainnya.
Leading with Courage
Courage adalah kekuatan mental dan moral untuk terlibat, tekun, dan ,menahan bahaya, kesulitan dan rasa takut.
Keberanian untuk memimpin : 1.Keberanian berarti menerima
                                                  2.Keberanian sering berarti tidak menurut
                                                  3.Keberanian untuk keluar dari zona nyaman
                                                  4.Keberanian berarti meminta untuk yang diinginkan dan berkata apa                                                       yang dipikirkan
                                                  5. Keberanian berarti berjuang untuk apa yang dipercayai

Bagaimana keberanian diterapkan dalam kepemimpinan
1.      Bertindak seperti pemimpin yang bermoral membutuhkan keberanian
2.      Melaporkan tindakan tidak beretika membutuhkan keberanian

Menemukan Keberanian pribadi :
1.      Percaya pada tujuan yang lebih tinggi
2.      Menggambarkan atau mencontohkan kekuatan orang lain
3.      Kurangi frustasi dan rasa marah
4.      Ambil langkah kecil.




BAB 6
FOLLOWER


What you leader wants from you
Apa yang seorang leader inginkan dari followernya?
1.      Leader tidak mau alasan, dai hanya ingin hasil
2.      Follower harus mau bekerjasama dengan anggota lain dan dengan leadernya
3.      Pemimpin mau pengikutnya tahu apa yang terjasi dalam industry organisasi.
4.      Pemimpin mau pengikut meningkatkan pertumbuhan mereka daripada mengandalkan leader mereka.
Follower style
Follower type
Thinking style
Level of engagement
Alienated follower
Independent, critical thinker
Passive in organitation
Confermist
Dependent,uncritical thinker
Active in the organitation
Pragmatic survivor
Both as needed
Both as needed
Passive follower
Dependent, uncritical thinker
Passive in organitation
Effective follower
Independent, critical thinker
Active in the organitation

Follower type:
1.      Alienated Follower : seseorang yang independen, kritis tapi pasif dalam organisasi
2.      Confarmist : seseorang yang berpartisipasi secara aktif dalam organisasi tapi tidak kritis
3.      Passive Follower : seseorang yang memiliki 4 kualitas ekstrim
4.      Effective Follower : Pemikir yang kritis, mandiri yang berpartisipasi secara aktif dalam organisasi
The power and courage to manage up
Sumber-sumber kekuatan untuk managing up
1.      Personal sources : memiliki kekuatan personal. Contoh : ilmu,keahlian, usaa\ha dan bujukan
2.      Position Sources : Memiliki kekuatan posisi. Contoh posisi yang tampak, aliran informasi, lokasi pasar, jaringan hubungan.
Kekuatan yang diperlukan untuk managing up
1.      Berani mengasumsikan tanggung jawab
2.      Berani untuk menerima tantangan
3.      Berani untuk melayani
4.      Berani untuk berpartisipasi dalam perubahan
5.      Berani untuk meninggalkan

4 cara pemimpin meningkatkan kemampuan dan kontribusi pengikut :
1.      Kejelasan arah
2.      Kesempatan bertumbuh
3.      Feedback, teratur,spesifik dan langsung
4.      Perlindungan dari organisasi





BAB 7
LEADERSHIP COMMUNICATION

How Leader communication
Communication : transfer informasi dan pemahaman antara pengirim dan penerima.
The leader as communication champion
1.      Communication Champion :seseorang yang secara filosofi percaya bahwa komunikasi itu perlu untuk membangun kepercayaan dan memperoleh komitmen pada sebuah visi
2.      Embeddedness : Ketika orang-orang dalam organisasi bersatu pada tujuan dasar berdasarkana pemahaman dan penerimaan mendalam pada visi dan strategi.
Leading strategi conversations
Strategi conversation : komunikasi yang atasan berlangsung melintasin dan tingkat hierarki mengenai visi, strategi dan nilai yang dapat membantu ,mencapaihasil yang diinginkan.
Communicating tp persuacle and influence
4 langkah untuk mengajak :
1.      Listen first : mendengarkan apa yang disampaikan follower
2.      Estabilsh credibility : kredibel dalam otak dan hubungan
3.      Build goals on common ground : bangun tujuan atas persamaan dasar
4.      Make your position compelling to others : gunakan kekuatan posisi
Selecting the correct communication channel
Channel : Media diaman pesan disampaikan dari pengirim kepenerima
Channel Richness : Jumlah informasi yang dapat disampaikan selama 1 kali komunikasi.

Non verbal communication
Non verbal communication : Pesan yang tersampaikan melalui tindakan dan perilaku

Current Communikasi Challenges
Agar siap dalam krisis, leader dapat mengembangkan 4 skill :
1.      Stay calm : menyerap ketakutan dan ketidak yakinan orang lain
2.      Be visible dan supportive : Leader perlu untuk selalu ada dan mendukung follower
3.      Tell the truth : Leader harus mengatakan yang sesungguhnya pada follower dan public
4.      Communicate a vision for the future : orang merasa perlu untuk ada sebuah tujuan untuk dilakukan dan untuk dicapai.



BAB 8
LEADING TEAM

The value of teams
Team : suatu unit dari dua orang/lebih yang berinteraksi dan mengkoordinasikan pekerrjaan mereka untuk mencapai tujuan bersama.
Type of teams
1.      Functional Teams : Tim yang terdiri dari supervisor dan bawahan dalam rantai perintah yang formal
2.      Cross Departement Teams : Tim yang terdiri dari anggota dari fungsi yang berbeda dalam suatu organisasi
3.      Self Directed Teams : Tim yang terdiri dari anggota yang bekerja dengan pengkontrolan minim dan perputaran pekerjaan
Leading a team to high performance
1.      A compelling purpose, clear objectives and explicit metric : Tim harus berkomitmen untuk mencapai keberhasilan
2.      A diversity of skill and unambiguous roles : Tim yang efektif mempunyai beragam keterampilan
3.      Streamlined team size : Tim kecil lebih baik daripada tim besar
4.      Decision authority over how to achieve goals : Tim harus punya wewenang memutuskan bagaimana mencapai tujuan
5.      Support dan coaching : Pemimpin menyediakan dukungan untuk anggota tim

Team Processes
Bagaimana tim berkembang ?
1.      Forming : orientasi dan berkenalan
2.      Stroming : mulai terjadi konflik
3.      Norming : Konflik telah disesuaikan
4.      Performing : tim sudah bisa kerja dan selesakan tugas
5.      Adjourning : Sudah selesai kerja dan bubar

What Team members must contribute
Agar dapat berfungsi dengan baik anggota tim harus menampilkan 5 kompitensi :
1.      Goal setting dan performance management
2.      Planning and coordination
3.      Collaborative problem solving
4.      Communication
5.      Conflict resolution


Team member role
Task specialist role : Fungsi anggota tim yang memulai ide baru, evaluasi keefektifitas tim, klarifikasi tugas dan tanggung jawab, mengringkas fakta dan ide untuk yang lainnya dan stimulasi lainnya untuk bekerja
Socioemotional role : Fungsi tim yang memfasilitasi lainnya, menghaluskan,menunjukkan perhatian pada anggota lain, melayani seperti contoh dan mengingatkan lainnya untuk berinteraksi.

Leading a virtual team
Virtual team : tim yang terdiri dari member yang terpilih secara geografi dan terhubung melalui teknologi.
Challenges of virtual teams :
1.      Memilih anggota tim yang tepat
2.      Memulai dengan tepat
3.      Menggunaka teknologi untuk bangun hubungan
4.      Setuju pada aturan dasar

Handling team conflict
Conflict : 1. Task conflict: berbeda pendapat dalam menyelesaikan tugas
                 2.Relationship conflict : hubungan tidak baik dengan teman 1 tim
Cara mencapai win-win solution :
1.      Separate the people from the problem
2.      Fokus pada ketertarikan bukan permintaan
3.      Dengarkan dan bertanya
4.      Bertahan pada hasil harus berdasarkan standart objektif




BAB 9
DEVELOPING LEADERSHIP DIVERSITY

Diversity today
Diversity : Perbedaan antar orang dalam hal umur, etnis, gender, rasa tau dimensi lainnya.
Workforce Diversity : Lingkungan kerja yang terdiri dari kualitas manusia yang berbeda atau budaya kelompok yang berbeda.

Challenges minorities face
Ethnocentrism : Menganggap bahwa budaya asal yang terbaik dibandingkan dengan negara lain dan cara kerja berdasarkan negara asal
Prejudice : Kepercayaan negative/image negative yang terasosiasi dengan kelompok orang tertentu
Diskriminasi : Memperlakukan orang secara berbeda berdasarkan sikap prejudis dan stereotype
The glass ceiling: Aturan yang tidak tertulis tetapi dalam budaya tertentu menjadi sebuah kebijakan. Rintangan yang tidak terlihat yang memisahkan wanita dan kaum minoritas dari posisi atas kepemimpinan.

Ways women lead
Wanita sering menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda dengan pria. Pemimpin wanita memiliki pengaruh yang lebih idealis, menyediakan labih banyak motivasi, inspirasional menjadi individu dalam mempertimbangkan dan menawarkan stimulasi intelektual lebih.

-        Idealized influence : Follower identifikasi dengan dan ingin emulasi leader. Leader dipercaya dan dihormati mempertahankan standar yang tinggi dan memiliki kekuasaan.
-        Inspirational motivation : Pemimpin yang memohon secara emosional dan simbolis pada hasrat karyawan untuk melakukan pekerjaan yang baik dan mencapai tujuan organisasi.
-        Interactive leadership : Gaya kepimpinan dimana pemimpin mengembangkan hubungan pribadi dengan bawahannya dan berjuang meningkatkan harga diri orang lain.

Global Diversity
Culture
Prefered style of handshake
Asia
Getle
Inggris
Halus/pelan
Perancis
Ringan dan cepat
Jerman
Brusque dan firm
Amerika latin
Moderate grasp
Timur tengah
Gentle
Amerika utara
Firm


Perbedaan kepemimpinan pria dan wanita berikut dalam tabel :
Pria
Wanita
Kompetitif dan individuals
Cenderung kurang kompetitif
Bekerja dalam hiriearki vertical
Lebih kolaboratif
Mengandalkan kewenangan formal dan berisi dalam hubungan dengan bawahan
Perduli dalam membangun hubungan keterbukaan dan partisipasi

Becoming an inclusive leader
Tujuan organisasi global saat ini adalah untuk menyakinkan bahwa semua orang diberikan kesempatan yang sama dan diperlukan dengan adil dan hormat.
-        Integrasi : sikap multikultur memampukan orang untuk integrase perbedaan dan beradaptasi secara kognitif
-        Adaptasi : Mampu berempati budaya lain, mampu berpindah dari satu perspektif ke lain
-        Penerimaan : Menerima perbedaan perilaku, mengakui adanya cara lain dalam berpikir
-        Meminimalkan perbedaan : menyembunyikan perbedaan, focus pada persamaan
-        Membela : Membela pandangan seseorang, menggunakan negative stereotype, asumsi superior budaya sendiri.




BAB 9
LEADERSHIP POWER AND INFLUENCE


Four kinds of influential leadership
1.      Trasformational leadership : kepemimpinan yang terciri kemampuan untuk membawa perubahan signifikan bagi follower dan organisasi
2.      Transactional leadership : Sebelum trasaksi/proses pertukaran antar pemimpin dan pengikut.
-Trasformational berbeda dengan trasaksional dalam 4 area signifikan, yaitu :
  a. Transformational menggambarkan suatu visi besar dari masa depan dan mengkomunikasikannya dengan cara yang membuat perubahan.
  b. Transformational mrnginspirasi follower untuk mengesampingkan kepentingan mereka untuk kebaikan kelompok.
 c. Transformational mengevaluasi konsentrasi follower dari kebutuhan fisik tingkat rendah
 d. Transformational mengembangkan follower menjadi leader.
             3. Coallitional leadership : kepemimpinan yang melibatkan perkembangan sekutu dan          membangun koalisi orang yang mendukung tujuan kepemimpinan dan dapat membantu untuk mempengaruhi yang laiinnya untuk mengimplementasikan keputusan leader dan mencapai tujuan
            4.Machiavllian leadership style :
               a. Mereka selalu siaga untuk resiko dan ancaman bagi kekuasaan mereka.
               b. Mereka tidak keberatan untuk merasa takut
               c. Mereka akan menggunakan penupuan jika perlu
               d. Mereka mengunakan reward dan hukuman untuk membentuk perilaku

Using hard versus soft power
Power : kemamouan potensial seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk membawa perubahan hasil yang diinginkan.
Influence : Pengaruh dari tindakan seseorang pada sikap, nilai, kepercayaan/tindakan orang lain.
-        Jenis-jenis kekuatan :
1.      Legitimate power : Otoritas ditanam dari posisi formal
2.      Reward power : Otoritas untuk menganugerahkan rewards pada oranglain.
3.      Coerline power : Otoritas untuk menghukum ataumerekomdasikan hukuman.
4.      Expert power : otoritas dihasilkan dari pengetahuan atau skill khuss leader.
5.      Referent power : Otoritas berdasarkan karakteristik kepribadian yang memerintah perhatian, hormat, rasa kagum follower sehingga mereka ingin mengemulasiakan leader.

Pembanding antara hard dan soft power
HARD POWER
SOFT POWER
Legimate : Berdasarkan para leader memegang suatu posisi formal. Orang menerima hak leader untuk membuat perintah/aktivitas langsung
Expert : Berdasarkan pada pengetahuan/skill khusus leader. Orang percaya dan menghargai keputusan Karena keahlian leader
Reward : Berdasarkan para leader memiliki kemampuan untuk menyediakan atau menahan reward. Orang patuh untuk memperoleh reward
Referent : Berdasarkan karakteristik personal. Orang mengagumi dan menghormati leader.

Coercive : Berdasarkan pada kemampuan pemimpian untuk menghukum atau merekomendasiakan hukuman. Orang patuh untuk menghindari hukuman.






BAB 10
CREATING DIVISION AND STRATEGIC DIRECTION

The leader job : looking forward
Stimulating vision and action
Visi : Cita-cita diaman yang akan dating, sifatnya sulit tapi tidak mustahil
Strategi : Cara mencapai visi
Cara membuat strategi : buat visi : 1. Analisis lingkungan internal (strength,weakness)
                                       2.Analisa lingkungan eksternal (threat,opportunity)
Strategi leadership :
Kemampuan untuk mengantisipasi masa depan, mempertahankan fleksibilitas, berfikir secara strategis dan memulai perubahan yang akan membuat keunggulan kompetitif untuk organisasai dimasa depan.

Leadership vision
Leader menggunakan langkah-langkah ini untuk membuat visi :
1.      Target visi untuk masa depan yang diinginkan
2.      Bauta visi
3.      Identifikasi kekuatan
4.      Buatlah first draft
5.      Memohon feedback dan buat pernyataan visi akhir
6.      Sebarkan visi secara luas

Mission :
Mission : tujuan organisasi dan alasan untuk keberadaannya.
A framework for noble purpose :
4 pendekatan dasar dalam membiayai tujuan organisasi :
1.      Discovery : menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya
2.      Excellence : Fokus untuk menjadi yang terbaik
3.      Altruism : Fokus pada pelayanan daripada memperoleh profit
4.      Heroism : Fokus untuk menjadi kuat,agresif dan efektif



The leader as strategist in chief
 How to achieve the vision
Strategi : rencanaumum yang menggambarkan alokasi, sumber daya danaktivitas lain untuk berhadapan dengan lingkungan dan membantu organisasi mencapai tujuan.
Leader harus jelas pada tujuan organisasi dan visi sebelum mengadopsi strategi yang efektif

Developing effective strategy
 Untuk mengembangkan strategi leader secara aktif mendengarkan orang didalam dan diluar organisasi termasuk menguji tren danberhenti dalam lingkuangan yang dapat untuk memperoleh bingkai.
 Element of strategy
Untuk meningkatkan kesempatan sukses,leader mengembangkan strategi yang focus pada 3 kualitas :
1.      Core competence : sesuatu yang dapat dilakukan dengan sangat baik oleh organisasi jika dibandingkan dengan pasanganya
2.      Developing strategy : Interaksi bagian-bagian organisasi untuk menghasilakanjoint effect yang lebih besar.
3.      Value : Kombinasi manfaat yang diterima dan biaya yang dibayar oleh pelanggan.

How to execute
Stategy execution : Meletakkan strategi dalam tindakan dengan menyesuaikan berbagai bagian organisasi dan mengarahkan sumber daya utnutk mencapai tujuan strategis.
Teknik berikut dapat membantu leader mengimplementasiakn strategi :
1.      Membuat komunikasi yang berjalan
2.       Mengajarkan “mengapa”
3.      Menjelaskan aa arti hal baru ini pada setiap orang
4.      Berikut apa yang tidak berubah
Leader as strategic decision maker
Pemimpin membuat keputusan setiap hari, keputusan besar dan kecil untuk mendukung strategi perusahaan.




BAB 11
SHAPING CUTURE DAN VALUE

Budaya : serangkaian nilai kunci, asumsi, pemahaman dan norma yang dibagi oelh anggota organisasi dan diajarkan pada anggota baru dengan benar
Importance of culture:
Budaya melayani 2 fungsi penting dalam organisasi :
1.      Internal integration : budaya mengintegrasi anggota sehingga mereka tahu cara berelasi satu sama lain.
2.      External Adaptation : Budaya membantu organisasi beradaptasi dengan lingkungan luar

Culture strength,responsiveness and performance
Culture Strength : Tingkat persetujuan antar pekerja mengenai pentingnya nilai-nilai tertentu dan cara melakukan sesuatu.
Responsive Culture : Budaya dapat dipikirkan sebagai responsive atau menentang
RESPONSIVE CULTUR
RESISTANT CULTURE
Visible behavior : leader memperhatikan semua pemegang kepentingan dan memulai perubahanketika dibutuhan untuk melayani kepentingan pelanggan
Manager cenderung melihat kebatin dan termotivasi secara politik sebagai hasilnya mereka tidak mengubah tujuan mereka secara cepat untuk menyesuaikan pada peruabahn lingkungan.

Explressed values : Leader sebenarnya perduli pada pelanggan, karyawan, patner dan pemegang saham. Meraeka menghargai semua orang,oproses dan mekanisme keseluruahan hirarki yang dapat membuat perubahan yang berguna
Mnanger perduli sebagaian besar pada kepentingan mereka dan produk atau tim departeman mereka, mereka menghargai system managemen yang berurutan dan mengurangi resiko lebih dari insiatif perusahaan

The competiting values approach to shaping culture
4 corporate culture
1.      Adaptability culture : kemampuan organisasi untuk menginterplementasi dan menterjemah signal dari lingkungan.
2.      Achivment culture :visi yang jelas dari organisasi danleader focus pada pencapaian target.
3.      Involment culture : budaya dengan focus pada keterliabatan pekerja untuk mencapai ekspetasi yang berubah.
4.      Konsentacy culture : Budaya dengan folkus internaldan konsistensi orientasi untuk lingkuangan yang stabil.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lean Six Sigma

Lean Six Sigma Pengantar Konsep Lean Six Sigma merupakan suatu  konsep menyeluruh tentang sistem bisnis yang dikembangkan di Ameri...